Silaturahmi Bersama Warga Papua, Ini Pesan Forkopimda Kediri

indonesiasatu, 23 Aug 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri bersama Kodim Kediri, Polresta Kediri, tokoh agama maupun masyarakat se-Kota Kediri, dan warga Papua di Kota Kediri (kamis,22/8/2019), berkumpul dalam satu ruangan diareal Balai Kota Kediri.

Di Ruang Joyoboyo ini, keakraban satu sama lain sangat terlihat jelas, dan Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno mengawali sambutannya. Dikatakannya, Indonesia itu adalah Sabang sampai Merauke, termasuk Kediri salah satunya.

Di Kediri ini, ia meyakinkan warga Papua untuk tetap eksis menerus aktifitas rutinnya. Bagi mereka yang berstatus pelajar atau mahasiswa, seperti biasa mengikuti proses belajar mengajar. Sedangkan bagi yang sudah bekerja, tetap melakukan aktifitasnya.

Merespon keberadaan warga Papua di Kediri, Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi memastikan, baik Polresta maupun Kodim terbuka selama 24 jam kepada siapa saja untuk menerima berbagai laporan, termasuk warga Papua yang tinggal di Kediri.

“Saya ini anggap saja bapak kalian disini. Kalau ada apa-apa bisa lapor ke kami, dengan laporan itu, kami tahu. Kalau tidak dilapori, bagaimana kami bisa tahu,” kata AKBP Anton Haryadi.

Pertemanan dan adaptasi lingkungan, diungkap Walikota Kediri Abdullah Abubakar pada malam itu. Ia mengaku, tidak pernah membeda-bedakan teman ketika masih berstatus pelajar maupun mahasiswa. Bahkan, ketika masih kuliah hingga mengawali terjun ke dunia bisnis, ia selalu beradaptasi dengan kondisi masyarakat setempat.

Abdullah Abubakar lantas bercerita sebelum dirinya menjadi Wakil Walikota hingga Walikota Kediri. Dikatakannya, di Papua, ia juga memiliki teman, bahkan  sudah dianggap saudara sendiri. Tidak hanya di Papua, dimanapun tempat ia pernah tinggal atau sekedar aktifitas dunia bisnis, selalu memiliki teman.

Tak mau ketinggalan, trio lintas agama, Romo Yon dari Kristen Katolik, Pendeta Timotius Kabul dari Kristen Protestan dan K.H.Abubakar Abdul Jalil atau akrab disapa Gus Ab dari Islam, seakan merubah suasana seisi ruang Joyoboyo.

Suasana yang mulai terasa monoton, tiba-tiba berubah total oleh aksi ala “stand up comedy” trio lintas agama tersebut. Ketiganya adalah tokoh agama, sekaligus sesepuh PAUB (Paguyuban Antar Umat Beragama) Kota Kediri.

Diawali dengan filosofi jari tangan, Romo Yon menggambarkan hakekat dari persatuan. Hakekat tersebut digambarkannya, apabila hanya salah satu jari tangan saja yang difungsikan, maka sulit segala sesuatu bisa dikerjakan. Namun, bila semua jari itu bekerja, nisacaya apapun yang dikerjakan akan bisa diselesaikan.

Beberapa “joke” dilontarkan oleh sesepuh umat Kristen Katolik ini. “Saya ini kalau mau ke acara-acara, kalau tidak numpang ke Pak Kabul, ya ke Gus Ab. Saya biasa numpang sahabat-sahabat saya ini,” ujar Romo Yon.

Lanjutnya,”Tapi, sahabat-sahabat saya ini, tidak pernah numpang di mobil, saya. Karena mobil saya kalau dinaiki lebih satu orang, tidak lama pasti macet. Lha wong usianya lebih tua dari usianya Pak Walikota, Pak Dandim, Pak Kapolresta.”

Tak mau ketinggalan, Pendeta Kabul mengeluarkan “kitab filosofi” jari. Satu persatu jari fungsi diungkapkannya. Tak hanya itu, “joke” segar dikeluarkannya.

“Saya ini punya anak 3, cucu 5, dan saya sudah ratusan kali menikahkan pasangan. Beda sama Romo Yon, sudah ratusan kali menikahkan pasangan, tapi sampai sekarang tidak nikah-nikah,” kata Pendeta Kabul disusul gelak tawa seisi ruang Joyoboyo.

Sementara itu, Gus Ab, menyampaikan tausiyahnya tentang persatuan dan kesatuan. Tausiyah itu disampaikan diiringi berbagai “joke”, namun isi tausiyahnya, sarat dengan wawasan kebangsaan.

Usai tampilan trio lintas agama tersebut, tari atau joged tradisional dilakukan bersama-sama, dari Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) maupun warga Papua yang tinggal di Kediri.

Di penghujung acara, Gus Ab mengingatkan, akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, apapun latarbelakangnya. Gus Ab juga meyakinkan, di Kediri ini tidak pernah terjadi gesekan atau gejolak sosial. Hal ini dikarenakan kuatrnya persatuan dan kesatuan seluruh warga Kediri. (aang)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu